Berkreasi Dengan Stik Es Krim

Beberapa waktu yang lalu
seorang teman mengeluh kebingungan ketika anaknya mendapat tugas membuat kreasi
karya seni atau hasta karya dari sekolahnya. Mau buat apa ya? Hasil karya yang
bagus, menarik, mudah membuatnya, mudah mencari bahannya dan murah harganya.
Waduh..syaratnya kok banyak
sekali. Biasanya kan makin mahal bahannya, makin sulit membuatnya maka
hasil karya jadinya juga makin bagus. Ada benarnya juga, tapi tidak semua
harus begitu.
Bukan saja teman saya sebagai orang tua
yang merasa bingung karena mau tidak mau orangtua juga yang pada akhirnya
membantu membuatnya atau bahkan membuatkan untuk anaknya. Kebingungan
seperti ini juga seringkali dialami oleh para guru di sekolah ketika mereka
harus menterjemahkan materi belajar dalam bentuk tugas praktek untuk siswanya.
Ditambah lagi jika latar belakang pendidikannya bukan dari bidang seni rupa.

Salah satu alternatif yang kemudian
saya sarankan kepada teman tadi adalah menerapkan konsep belajar sambil bermain,
mencoba berkreasi di dalam dunia mereka, dunia anak-anak. Yaitu
memanfaatkan kesukaan mereka makan es krim khususnya yang menggunakan stik
kayu. Hanya dengan sedikit imajinasi, sisa-sisa stik tadi dapat
dimanfaatkan. Pada posting terdahulu pernah juga saya uraikan tentang berkreasi
dengan limbah kertas bekas untuk dibuat menjadi
benda-benda seni yang bermanfaat. Dengan demikian ada dua pelajaran yang akan diterima
anak-anak, pertama tidak membuang sampah sembarangan kedua sekaligus
memanfaatkannya menjadi barang yang menarik bernilai seni.
![]() |
|
Bentuk Burung Merpati
|
Bahan dan peralatan yang digunakanpun
sangat mudah didapat yaitu sisa stik es krim, kuas dan perekat (disarankan
menggunakan lem yang cepat kering dan berdaya rekat kuat seperti lem Alteco
atau lem bakar). Cara membuatnya hanya dengan menyusun dan menempelkan
stik tadi satu dengan lainnya sampai menjadi bentuk yang diinginkan.
Biarkan anak berkreasi sendiri dengan imajinasinya, apakah mereka ingin membuat
rumah-rumahan, bentuk binatang atau bentuk lain.
Beberapa
contoh berikut mungkin bisa menjadi inspirasi
![]() |
|
Bentuk
Miniatur Drum
|
![]() |
|
Bentuk Kalajengking
|
![]() |
|
Bentuk Kuda
|

![]() |
|
Bentuk
Miniatur Helikopter
|
Bentuk-bentuk yang sudah jadi dapat dikikis atau dihaluskan menggunakan pisau dan amplas untuk mendapatkan hasil yang lebih halus.
![]() |
|
Bentuk Burung dengan Badan dan Kepala
yang sudah dihaluskan
|
Keuntungan lain, bukan saja tugas anak
anda selesai dengan baik, tapi anda sendiri dapat ikut berkreasi sendiri untuk
membuat benda-benda kebutuhan sehari-hari. Siapa tahu anda beruntung bisa
sekaligus memasarkannya. Seperti contoh bentuk burung yang dimodifikasi dan
dimanfaatkan menjadi tempat tissue. Menarik bukan?
![]() |
|
Tempat tissue berbentuk Burung
|
![]() |
|
Tempat
Buah
|
![]() |
|
Tempat
Lampu Meja
|
Setelah selesai, langkah selanjutnya
untuk memperkuat bentuk susunan tadi hasil karya dapat diolesi dengan lem
kayu (lem putih) yang sudah diencerkan menggunakan kuas. Selain
memperkuat, cairan lem ini setelah mengering dapat sekaligus
mengkilapkan. Namun boleh saja jika anda lebih suka menggunakan cat
berwarna atau vernis untuk hasil akhirnya.
Selamat mencoba !!









Tidak ada komentar:
Posting Komentar